Sekilas Tentang PJ. AL-GHUROBA'

Profil

Al-Ghuroba’ adalah sebuah perusahaan jamu yang berkedudukan di kabupaten Sukoharjo. Sebuah perusahaan perorangan yang dirintis oleh bapak Widodo Miqdad al-Ghifary sejak 17 tahun yang lalu, yaitu tahun 1994.

Berawal dari sebuah lapak PKL yang tempatnya berpindah-pindah, menjajakan produk buku-buku Islami, kaset murattal, minyak wangi, minyak zaitun, madu alami dan beberapa produk herbal lainnya yang dikenal sebagai produk Pengubatan Islam (Thibbun Nabawy). Hingga kelak akhirnya menjadi sebuah perusahaan Jamu (PJ) yang terdaftar di Departemen Kesehatan RI (saat ini menjadi Kementerian Kesehatan RI).
Tidak sedikit hambatan dan aral merintang menghambat perjalanan Al-Ghuroba'. Namun berkat kerja keras dan upaya aktif , baik dari pemilik maupun karyawan yang ada, dalam melakukan perbaikan baik internal maupun eksternal perusahaan, hambatan tersebut dapat diatasi dengan baik.

Perjalanan Perizinan Al-Ghuroba'
Yang pertama kali terpikir oleh Bapak Widodo selaku pemilik PJ Al-Ghuroba' adalah bagaimana mengurus perizinan (aspek legalitas) perusahaannya. Mengingat pada masa itu, sangat sedikit perusahaan jamu kelas IKOT yang memproduksi produk jamu Thibbun Nabawi yang telah memiliki izin resmi. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Al-Ghuroba'. Akhir tahun 2004, Al-Ghuroba' mulai mempersiapkan diri untuk mendaftarkan perusahaan Jamunya yang berada di wilayah kab. Sukoharjo. 
Pendaftaran izin pertama kali adalah ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal Kab. Sukoharjo. Tepat tanggal pada tanggal 19 Oktober 2005, Al-Ghuroba' mendapatkan Tanda Daftar Perusahaan dengan nomor 113552408425, dengan alamat usaha resmi di Dk. Mantung, RT 02/RW 05, Ds. Sanggrahan, Kec. Grogol, Kab. Sukoharjo, dengan kegiatan usaha pokok, produksi Jamu.
Bersamaan dengan itu, dilakukan pula pendaftaran Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUPP) ke Dinas yang sama di Kab. Sukoharjo, akhirnya diterbitkan disamping TDP juga SIUPP bernomor 525/11.35/PK/X/2005 pada tanggal 19 Oktober 2005.
Akhirnya, melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, dengan nomor persetujuan prinsip 503/13416/2 tanggal 16 september 2005 dan sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah nomor 503/13462/2/1Z-IKOTIV/2005, Al-Ghuroba terdaftar dan diakui secara resmi sebagai perusahan jamu dengan kelas Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT).

Pendaftaran Izin Edar Produk PJ Al-Ghuroba'
Seiring dengan pendaftaran prinsip perusahaan, Al-Ghuroba' pun mempersiapkan izin edar untuk semua produknya. Melalui serangkaian uji laboratorium, produk PJ Al-Ghuroba’ – walhamdulillah – lolos uji obat tradisional sejak tanggal 27 September 2005, sesuai keputusan dari Sub Kepala Balai Besar POM. Hingga akhirnya didaftarkan sebagai produk resmi dengan izin edar dari Badan POM RI.
Sedangkan untuk pendaftaran produk pangan berupa produk Madu Alami, Minuman Instan, Sari Kurma dan produk pangan lainnya, didaftarkan juga di Dinas Kesehatan kabupaten Sukoharjo.
Hingga awal tahun 2011, izin edar untuk produk kelas Jamu/Obat tradisional PJ Al-ghuroba' adalah 23 item produk. Sedangkan untuk produk kelas Pangan (P-IRT) totalnya adalah 75 item produk. Semuanya dengan izin masing-masing jenis produknya (silahkan melihat pada Kategori Produk). 
Saat ini, masih ada 9 item produk obat tradisional dalam proses perizinan di Badan POM RI dan 13 item produk PIRT di Dinas Kesehatan kabupaten Sukoharjo.

Persiapan Pendaftaran Sertifikasi CPOTB

Sebagai perusahaan jamu yang fokus pada kualitas produknya, selain melakukan upaya perbaikan dan peningkatan mutu produk secara terus menerus, Al-Ghuroba' pun mempersiapkan diri untuk melakukan sertifikasi CPOTB. Sebuah sertifikat pengakuan telah dilaksanakannya standar CPOTB di sebuah perusahaan jamu. 
Langkah awal telah ditempuh dan berhasil. Yaitu berupa ditandatanganinya Denah Ruang Produksi PJ Al-Ghuroba' oleh Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetika dan Produk Komplemen Badan POM RI Jakarta tanggal 29 Juni 2010.
Sampai dengan awal tahun 2011 ini, sebuah bangunan dalam proses pembangunan telah berdiri sebagai cikal bakal ruang produksi PJ Al-Ghuroba' yang sesuai dengan standar CPOTB. (lihat Galeri)

Perpanjangan Izin 
Tidak terasa, telah genap 5 tahun PJ Al-Ghuroba' eksis memproduksi produk herbal yang bermutu. Agar dapat terus berkarya memberikan produk terbaiknya, perizinan yang hampir kadaluarsa pun diperpanjang. Alhamdulillah, pada tanggal 20 Mei 2010, PJ Al-Ghuroba' telah selesai memperbaharui izin IKOT-nya sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah nomor: 503/7038/2010/2. 
Selain memperpanjang izin IKOT, untuk persiapan sertifikasi CPOTB tahun 2011 ini, PJ Al-Ghuroba' melengkapi perizinan usaha industrinya, yaitu dengan mendaftarkan izin usaha industri ke pemerintah kabupaten Sukoharjo. Tiga jenis IUI (Izin Usaha Industri) berhasil diperoleh. Yaitu:
- Izin Usaha Industri Obat/Jamu Tradisional, dengan nomor 530/44/IK.B/V/2010.
- Izin Usaha Industri Minyak Atsiri, dengan nomor 530/45/IK.B/V/2010.
- Izin Usaha Industri Madu Herbal/Sari Kurma, dengan nomor 530/46/IK.B/V/2010.

Upaya Menjaga Kepercayaan Produk Al-Ghuroba'
Untuk menjaga kepercayaan pencinta produk-produk herbal kepada produk kami yang berupa jamu yang dikemas dalam kapsul, kami hanya memakai cangkang kapsul yang mendapatkan sertifikat halal LPPOM MUI dengan nomor 0014001636070 dan 1636072001.
Sejalan dengan itu, melalui serangkaian prosedur pendaftaran Halal Perusahaan ke Lembaga Pengkajian Obat, Makanan dan Kosmetik (LPPOM) MUI provinsi DI Yogyakarta, PJ Al-Ghuroba' berkesempatan lolos dalam audit halal yang dilakukan oleh Ahli dari lembaga sertifikasi tersebut. 
Akhirnya pada awal tahun 2010, Al-Ghuroba' dengan Sistem Jaminan Halal perusahaannya, diakui oleh Majelis Ulama Indonesia provinsi daerah Istimewa Yogyakarta sebagai produsen Jamu yang mendapatkan Sertifikat Halal dengan nomor 12130000240110.
Sebuah amanah besar yang patut disyukuri melalui peningkatan kualitas proses produksi dan pengawasannya.

Upaya Pembinaan dan Pengembangan Perusahaan
Selain langkah diatas, upaya menjaga kepercayaan terus menerus dilakukan oleh PJ Al-Ghuroba'. Meliputi perbaikan kedalam (Internal) dan keluar (Eksternal).
Perbaikan eksternal diantaranya melalui rekruitmen Agen baru dilanjutkan dengan pembinaan. Juga dengan mengikuti berbagai macam pembinaan yang diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah dan Pendidikan, seperti Kementerian Kehutanan, Badan POM RI, Balai POM, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM, juga UGM Yogyakarta. Selain itu dengan Lembaga Pengkajian Obat, Makanan dan Kosmetik (LPPOM) MUI provinsi DI Yogyakarta. 
Adapun perbaikan internal adalah melalui pembinaan terus menerus pada karyawan, baik terkait aspek fisik yaitu peningkatan etos kerja serta aspek mutu dan halal. Diikuti dengan restrukturisasi manajemen dan rotasi karyawan, sehingga akhirnya diperoleh sebuah bentuk manajemen yang pas dengan yang diharapkan (lihat Struktur Organisasi PJ Al-Ghuroba'). 
Sebagaimana perusahaan lainnya, Al-Ghuroba' juga melakukan pembinaan mental karyawan melalui pengajian rutin masalah Dien (Tauhid, Fiqh dan Bahasa Arab) baik yang diselenggarakan rutin di lingkungan perusahaan maupun di Ma'had sekitar perusahaan.
Tidak lengkap bila ada pembinaan mental tanpa pembinaan fisik karyawan. Sehingga perusahaan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk memilih kegiatan olah raga, apakah sepak bola, bela diri, sepeda santai, bulu tangkis ataupun renang. Semua fasilitas olah raga yang ada diberikan cuma-cuma (disediakan perusahaan).

Peran dalam Kemajuan Organisasi Seminat
Sebagai perusahaan jamu yang telah resmi Al-Ghuroba' pun telah mendaftarkan diri sebagai anggota GP Jamu DPD Jawa Tengah, dengan nomor 033/KTA/GPJAMU JATENG/VII/2010.
Insya Allah, bersama rekan sesama pengusaha Jamu yang ada di GP Jamu, Al-Ghuroba' berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada Masyarakat Indonesia diseluruh Nusantara. Sebagai mana tertuang dalam Visi GP Jamu, yaitu “Menjadikan Jamu (Obat Tradisional) sebagai Produk Unggulan Bangsa Indonesia yang sejajar dengan produk farmasi dan produk-produk lain di bidang kesehatan yang dikonsumsi oleh masyarakat luas, baik secara Nasional maupun Internasional”.
Di lingkungan kabupaten Sukoharjo pun Al-Ghuroba' turut serta membantu peningkatan usaha jamu yang ada. Melalui Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI), yang juga anggota aktif GP Jamu Jateng, Al-Ghuroba' membantu untuk mengangkat para pengusaha jamu yang ada. Salah satunya dengan mengajak untuk mendaftarkan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL dan UPL) ke Badan Lingkungan Hidup kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.
Selain itu, PJ Al-Ghuroba' yang merupakan anggota ke 72 dari KOJAI, turut memfasilitasi peningkatan kemampuan dan kinerja perusahaan jamu yang ada di sekitar wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Yaitu melalui Bimbingan Teknis Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB) dengan pembimbing dari Balai Besar POM Semarang. Saat itu, hadir 32 pengusaha dan calon pengusaha jamu. Bahkan dua diantaranya berasal dari Purwakarta dan Jember.

Komitmen sebagai Warga Negara yang Baik

PJ Al-Ghuroba sebagai produsen dan distributor produk herbal dan produk Islami di wilayah Indonesia tentu dituntut untuk menjadi perusahaan yang baik dan taat pada peraturan pemerintah. Salah satunya adalah membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Alhamdulillah, sejak berdirinya Al-Ghuroba' telah memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak, dengan mendaftarkan diri dan membayar pajak tepat pada waktunya ke Kanwil DJP Jawa Tengah II, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sukoharjo, sehingga diterbitkan NPWP untuk usaha yang sama.
Dilain sisi, perusahaan memandang pentingnya penanganan limbah yang mungkin akan dihasilkan selama kegiatan perusahaan. Untuk itu diperlukan pengajuan cara penanganannya yang baik. 
Dengan kemudahan Allah Subahanahu Wa Ta'ala, telah diterbitkan Rekomendasi Kelayakan Lingkungan untuk PJ Al-Ghuroba' oleh Badan Lingkungan Hidup kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah dengan nomor 660.1/104/III/RKL/2010.

Penutup
Demikian sekilas profil Perusahaan Jamu Al-Ghuroba' Sukoharjo. Tiada gading yang tak retak, begitulah kata pepatah. Untuk itu kami mohon selalu suport, kritik juga saran yang membangun guna perkembangan PJ Al-Ghuroba' dimasa yang akan datang. 
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan bimbingan dan rahmat-Nya terkhusus bagi Perusahaan Jamu Al-Ghuroba' serta bagi kita semua. Wallahu'alam.

said hamdani