Apa Gejala Depresi?

Hasil gambar untuk daun pegagan herbal alam

Depresi   merupakan reaksi normal terhadap peristiwa kehilangan, hambatan dalam kehidupan, atau harga diri yang terluka. Namun ketika perasaan sedih yang mendalam, tidak berdaya, putus asa dan tidak berharga itu berlangsung selama beberapa hari sampai berminggu-minggu dan menyebabkan Anda tidak bisa beraktivitas normal serta membuat Anda tidak bisa beraktivitas normal, maka hal ini bisa menjadi depresi klinis. Kondisi medis ini tidak sama dengan depresi biasa, namun dapat diobati.

Banyak orang yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung. Terdapat hampir satu juta orang di dunia melakukan bunuh diri akibat depresi. Diperkirakan dari dua puluh orang yang berniat untuk melakukan bunuh diri, satu orang dari mereka berakhir tewas.

 

Gejala depresi

  • Perasaan sedih, cemas, atau “kosong” yang menetap
  • Terlalu banyak makan atau hilang nafsu makan
  • Kesulitan berkonsentrasi, mengingat detail, dan membuat keputusan
  • Perasaan bersalah, tidak berharga, dan / atau tidak berguna
  • Perasaan putus asa dan / atau pesimis
  • Insomnia, terjaga sampai pagi, atau tidur berlebihan
  • Mudah tersinggung, gelisah
  • Berpikir bunuh diri atau mencoba bunuh diri
  • Kehilangan minat dalam kegiatan atau hobi yang dulu disenangi, termasuk seks
  • Kehilangan kesenangan dalam hidup
  • Nyeri atau sakit yang menetap, sakit kepala, kram, atau masalah pencernaan yang tidak berkurang bahkan dengan pengobatan
  • Kelelahan dan energi berkurang

 

Beberapa jenis depresi, antara lain:

  • Depresi Berat
  • Depresi Kronis (dysthymia)
  • Depresi Bipolar
  • Depresi Musiman (seasonal affective disorder/ SAD, yaitu gangguan afektif musiman)
  • Depresi Psikotik
  • Depresi Postpartum
  • Substance-induced mood disorder(SIMD) yaitu gangguan mood hasil penggunaan zat tertentu.


Depresi jenis lain yang dapat terjadi antara lain:

  • Depresi Ganda, yaitu kondisi yang terjadi ketika seseorang dengan depresi kronis (dysthymia) mengalami depresi berat
  • Depresi Sekunder, yaitu depresi yang muncul setelah perkembangan kondisi medis tertentu, seperti hipotiroid, stroke, penyakit Parkinson, atau AIDS, atau setelah masalah kejiwaan, misalnya skizofrenia, gangguan panik, atau bulimia.
  • Pengobatan Depresi Kronis yang resisten, yaitu kondisi yang berlangsung lebih dari setahun , serta sangat sulit diobati dengan antidepresan dan psikoterapi. Untuk kasus ini, terapi electroconvulsive(ECT) biasanya merupakan pilihan pengobatan yang digunakan.
  • Depresi Tersembunyi, yaitu depresi yang bersembunyi di balik keluhan fisik dan tidak dapat ditemukan penyebab organiknya

 

Apa Penyebab Utama Depresi?

  • Merasa Lemah

Permasalahan bagi orang yang mengalami depresi adalah mereka merasa tidak ada satu hal pun yang bisa memuaskan mereka. Bahkan ketika mereka menyadari mereka bisa memperbaiki mood mereka, mereka tidak melakukannya. Nasihat yang mereka peroleh dari teman-teman dan keluarga dianggap tidak perlu dan tak berguna. Satu hal yang paling mereka rasakan adalah ketidakmampuan mereka untuk berharap, atau terinspirasi oleh sesuatu dan memperhatikannya.

  • Kurang Berpikir Positif

Bagi seseorang yang berpikiran negatif dan memiliki kecenderungan depresi, segala hal yang terjadi merupakan cermin dari permasalahan dan kemunduran. Perubahan dalam diri seseorang atau perubahan lingkungan, yang merupakan perubahan wajar, dalam pikiran seseorang yang depresi merupakan bukti bahwa sesuatu yang buruk terjadi karena mereka

  • Lebih memperhatikan kesalahan

Orang yang menderita depresi lebih memfokuskan diri pada jumlah kesalahan yang mereka buat. Sebagai hasilnya, mereka menciptakan kesan negatif mengenai kesalahan.

  • Merasa Tertekan karena Berbagai Kewajiban Dalam Hidup

Dalam situasi ini, orang-orang selalu berpikir apa yang seharusnya mereka lakukan dan tidak seharusnya mereka lakukan. Hasilnya, di penghujung hari mereka terbebani oleh sejumlah komitmen.

  • Kurangnya Rasa Percaya Diri

Orang-orang yang depresi tidak memiliki rasa percaya diri dan mereka selalu menganggap semua yang terjadi sebagai kegagalan mereka. Bahkan kesalahan sekecil apapun mereka anggap sebagai masalah besar dan mereka hal-hal tersebut menguras perhatian mereka jauh lebih besar dari orang pada umumnya.

Pencegahan Depresi 

 

 

online istana