Penyebab Kanker Ginjal

Kanker ginjal adalah penyakit dimana terdapat sel-sel kanker pada ginjal. Ginjal adalah dua organ berbentuk kacang yang terletak di atas pinggang pada kedua sisi tulang belakang. Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dan menghasilkan urin yang mana merupakan hasil proses pembersihan tubuh dari limbah, racun dan air yang berlebih. 
KANKER ginjal adalah sebuah kelainan pertumbuhan sel-sel ginjal (abnormal) karena sel-sel ginjal memperbanyak diri tak terkontrol.  Pertumbuhan sel-sel tersebut tidak diperlukan oleh tubuh dan membentuk massa atau jaringan yang mengganggu dan kemudian dikenal sebagai tumor atau kanker.

Jenis Kanker Ginjal

Ada 3 (tiga) macam kanker ginjal, yaitu

  • Karsinoma sel-sel ginjal. Yaitu kanker ginjal yang paling sering terjadi pada manusia, sekitar hampir 90% dari kasus penderita kanker ginjal.
  • Karsinoma sel transisional. kanker ginjal yang terjadi pada pria usia 50 tahun ke atasKanker Tumor Wilms
  • yang menyerang secara herediter pada anak-anak.

 

Stadium Kanker Ginjal 

Kanker ginjal sendiri memiliki 4 (empat) stadium kanker. Setiap stadiumya bisa dengan melihat perkembangan diamater sel kankernya dan areal penyebarannya.

  • Stadium 1-2 dengan melihat diameter sel namun sel masih terbatas pada areal ginjal yang bersangkutan.
  • Stadium 3-4 bila kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang ada di dekatnya, atau ke  bagian tubuh yang jauh seperti jantung, tulang, hati atau paru-paru.

 

Gejala Kanker Ginjal

  • Gejala yang pasti tidak ada : Tidak ada gejala atau tanda yang jelas. Dalam proses pemeriksaan, tingkat insiden semakin meningkat  tiap tahun, kebanyakan merupakan lesi awal, prognosisnya bagus. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala sangat penting.
  • Gejala yang sering terjadi  : Benjolan dalam perut dikenal sebagai tiga gejala kanker ginjal  yang utama, kencing darah, sakit pinggang, ketiga gejala ini semuanya muncul pada tubuh pasien, kebanyakan mengartikan kondisi penyakit telah berkembang sampai pada stadium lanjut,  kebanyakan  pasien hanya muncul satu atau dua gejala dari tiga gejala di atas.
  • Benjolan : Ginjal berada di retroperitoneal, letaknya dalam, pada saat perut diraba tidak dapat terasa, hanya pada saat ukuran tumor agak besar atau pada saat tumor terletak pada bagian bawah ginjal baru dapat teraba ada benjolan, sekitar 10%~40% pasien dapat teraba ada benjolan diperut, terkadang gejala ini merupakan gejala satu-satunya.
  • Kencing darah : Sekitar 40% pasien kanker ginjal akan muncul gejala kencing darah, muncul kencing darah yang dapat dilihat dengan mata telanjang, juga dapat muncul kencing darah di bawah pantauan mikroskop. Pada saat kencing darah dalam jumlah banyak membentuk gumpalan darah muncul gejala sakit kolik ginjal, nyeri buang air kecil, disuria, bahkan retensi urin.
  • Rasa sakit : Sakit pinggang dikarenakan tumor setelah bertumbuh besar, keelastisan lapisan luar ginjal meningkat atau tumor invasi ke jaringan sekitar sehingga menimbulkan rasa sakit tumpul monoton (terus-menerus). Tingkat kemunculan gejala nyeri adalah 20%~40%. Bila berkaitan dengan gejala yang timbul harus segera berobat, agar tidak menunda penyakit.
  • Gejala metastase: Karena terjadi metastase pasien mungkin akan mengalami sakit tulang, patah tulang, batuk, batuk berdarah dan gejala lainnya. Kurang lebih 10% dari pasien berobat karena adanya metastase. Gejala klinis kanker ginjal bervariasi,bila ditemukan adanya gejala seperti yang disebutkan tadi,segera konsultasi dengan dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan dengan yang berkaitan seperlunya.
  • Gejala seluruh tubuh: 10%~40% pasien mengalami paraneoplastik syndrome, dengan gejala tekanan darah tinggi, anemia, berat badan turun, cachexia, meradang, polycythemia, disfungsi liver dan lainnya.

 

Penyebab Kanker Ginjal 

  • Gejala yang pasti tidak ada : Tidak ada gejala atau tanda yang jelas. Dalam proses pemeriksaan, tingkat insiden semakin meningkat  tiap tahun, kebanyakan merupakan lesi awal, prognosisnya bagus. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala sangat penting.
  • Gejala yang sering terjadi  : Benjolan dalam perut dikenal sebagai tiga gejala kanker ginjal  yang utama, kencing darah, sakit pinggang, ketiga gejala ini semuanya muncul pada tubuh pasien, kebanyakan mengartikan kondisi penyakit telah berkembang sampai pada stadium lanjut,  kebanyakan  pasien hanya muncul satu atau dua gejala dari tiga gejala di atas.
  • Benjolan : Ginjal berada di retroperitoneal, letaknya dalam, pada saat perut diraba tidak dapat terasa, hanya pada saat ukuran tumor agak besar atau pada saat tumor terletak pada bagian bawah ginjal baru dapat teraba ada benjolan, sekitar 10%~40% pasien dapat teraba ada benjolan diperut, terkadang gejala ini merupakan gejala satu-satunya.
  • Kencing darah : Sekitar 40% pasien kanker ginjal akan muncul gejala kencing darah, muncul kencing darah yang dapat dilihat dengan mata telanjang, juga dapat muncul kencing darah di bawah pantauan mikroskop. Pada saat kencing darah dalam jumlah banyak membentuk gumpalan darah muncul gejala sakit kolik ginjal, nyeri buang air kecil, disuria, bahkan retensi urin.
  • Rasa sakit : Sakit pinggang dikarenakan tumor setelah bertumbuh besar, keelastisan lapisan luar ginjal meningkat atau tumor invasi ke jaringan sekitar sehingga menimbulkan rasa sakit tumpul monoton (terus-menerus). Tingkat kemunculan gejala nyeri adalah 20%~40%. Bila berkaitan dengan gejala yang timbul harus segera berobat, agar tidak menunda penyakit.
  • Gejala metastase: Karena terjadi metastase pasien mungkin akan mengalami sakit tulang, patah tulang, batuk, batuk berdarah dan gejala lainnya. Kurang lebih 10% dari pasien berobat karena adanya metastase. Gejala klinis kanker ginjal bervariasi,bila ditemukan adanya gejala seperti yang disebutkan tadi,segera konsultasi dengan dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan dengan yang berkaitan seperlunya.
  • Gejala seluruh tubuh: 10%~40% pasien mengalami paraneoplastik syndrome, dengan gejala tekanan darah tinggi, anemia, berat badan turun, cachexia, meradang, polycythemia, disfungsi liver dan lainnya

 

Faktor Penyebab Kanker Ginjal

  • Kanker ginjal bawaan. Sebagian besar dari mereka yang terkena penyakit memiliki bentuk kanker ginjal yang sporadis atau bukan bawaan dari kanker ginjal. Suatu bentuk bawaan dari penyakit terjadi pada sebagian kecil pasien (kurang dari lima persen dari total) karena adanya gen yang rusak. Kondisi yang diwariskan ini mempengaruhi seseorang terkena kanker ginjal yang meliputi sindrom von Hippel-Lindau (VHL) [kelainan bawaan yang ditandai dengan pembentukan tumor dan kantung berisi cairan (kista) di berbagai bagian tubuh], tuberous sclerosis (penyakit genetik multi-sistem langka yang menyebabkan tumor tidak berbahaya tumbuh di otak dan organ penting lainnya seperti ginjal, jantung, mata, paru-paru, dan kulit), sindrom Birt-Hogg-Dube (kondisi bawaan yang terkait dengan beberapa tumor kulit, kista paru-paru yang tidak berbahaya, dan suatu peningkatan risiko baik tumor ginjal dan kanker ginjal yang tidak berbahaya), dan sel jernih bawaan non-VHL dan kanker sel ginjal papiler
  • Kontak dengan bahan kimia tertentu. Pekerja yang melakukan kontak dengan bahan kimia seperti pewarna aniline (senyawa organik buatan yang digunakan dalam pekerjaan kulit dan kayu) dan logam berat memiliki risiko lebih tinggi.
  • Obesitas, kondisi kronis di mana terdapat jumlah lemak tubuh berlebihan. Sejumlah tertentu lemak tubuh diperlukan untuk menyimpan energi, menginsulasi panas, meredam goncangan, dan fungsi lainnya. Jumlah normal lemak tubuh (dinyatakan sebagai persentase persentase lemak tubuh) adalah antara 25% -30% pada wanita dan 18% -23% pada pria. Wanita dan pria yang memiliki lemak tubuh masing-masing lebih dari 30% dan 25% dianggap mengalami obesitas.
  • Asupan obat penghilang rasa sakit kronis, seperti parasetamol, dan obat anti pembengkakan tanpa steroid (NSAID) seperti ibuprofen dan aspirin.
  • Penyakit ginjal stadium akhir yang memerlukan dialysis (pengobatan yang melakukan beberapa hal yang dilakukan oleh ginjal sehat).
  • Merokok. Perokok memiliki sekitar dua kali lipat risiko dari non-perokok.

 

Diagnosa.

Untuk memastikan penyakit kanker ginjal dapat dilakukan pemeriksaan dengan cara berikut : 

  • Cystoscopy. Sebuah tabung kecil, cystoscope, dimasukkan melalui jalan masuk uretra di penis. Alat ini berisikan sebuah sistem lensa dan cahaya yang membantu dokter melihat bagian dalam uretra, prostat dan kandung kemih untuk mengidentifikasi terdapatnya tumor tambahan pada mereka yang memiliki darah dalam urin dan suatu tumor ginjal.
  • Biopsi ginjal. Contoh jaringan tumor ginjal yang diangkat dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengkonfirmasi adanya kanker.
  • Ultrasound atau Computed Tomography (CT) scan. Gambar rinci diambil dari ginjal untuk menunjukkan ukuran, karakteristik dan tingkat penyebaran tumor ginjal.

 

 Pengobatan Kanker Ginjal 

  • Imunoterapi Prosedur ini menggunakan obat-obat seperti interleukin-2 dan interferon alpha untuk membantu sistem kekebalan tubuh agar bekerja lebih baik dalam melawan atau membunuh sel-sel kanker.
  • Radioterapi (terapi radiasi) Radioterapi memanfaatkan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker atau tumor. Terapi radiasi yang mungkin dilakukan adalah:
           1. Terapi radiasi eksternal - diarahkan pada tumor namun sumber radioaktif dari luar tubuh.
           2. Terapi radiasi internal - radioaktif ditempatkan di dalam tubuh di dekat sel-sel kanker.
    • PembedahanPembedahan akan melibatkan pengangkatan tumor atau kanker, jaringan di sekitarnya dan mungkin kelenjar getah bening di dekatnya. Pembedahan untuk mengobati kanker ginjal antara lain:
    • Radical nephrectomy - pengangkatan seluruh ginjal, kelenjar adrenal, dan jaringan lemak dan kelenjar getah bening di dekatnya.
    • Partial nephrectomy - hanya mengangkat bagian ginjal yang terkena kanker saja, biasanya hanya untuk tumor kecil dan belum menyebar secara lokal.
    • Removal of metastases - pengangkatan jaringan kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain, terutama apabila sudah menimbulkan gejala.
    • Obat-obatan Obat-obatan yang mungkin akan diresepkan pada orang dewasa dengan kanker ginjal yaitu: Everolimus & Pazopanib
    • Terapi target Terapi target diantaranya menggunakan obat yang disebut tyrosine kinase inhibitors. Contohnya sunitinib dan sorafenib. Obat-obat ini telah terbukti meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pada penderita kanker ginjal. Sedangkan obat kelas lainnya disebut sebagai mammalian target of rapamycin (mTOR) inhibitors juga dapat membantu penderita kanker ginjal hidup lebih lama. Temsirolimus adalah contoh obat dari jenis ini.
    • Kemoterapi  Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.  Kemoterapi dapat diberikan dalam berbagai jenis, seperti pil, injeksi, atau melalui kateter. Obat kemoterapi akan masuk ke aliran darah dan berjalan ke seluruh tubuh untuk membunuh sebagian besar sel-sel kanker, tapi dampak buruknya juga akan membunuh sebagian sel-sel normal.
    • Perawatan Herbal selain melakukan pengobatan secara medis, tidak salah mencoba melakukan pengobatan dengan menggunakan herbal. karena kini banyak peneliti yang melakukan penelitian khasiat tanaman herbal untuk menyembuhkan penyakit. seperti kanker ginjal dapat diatasi dengan mengkonsumsi kapsul pegagan yang mengandung pegagan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan ginjal anda karena senyawa kimia yang terkandung didalamnya terbukti mampu menjaga ginjal dari berbagai macam penyakit. 

    Pencegahan

    Penyebab kanker ginjal masih belum diketahui, namun sesuai dengan faktor risikonya, yang sebaiknya Anda lakukan adalah:

    • Menghindari paparan bahan-bahan kimia dan racun berbahaya.
    • Menghindari penggunaan produk tembakau.

     

    online istana