Obat Herbal Hepatitis

Penyakit Hepatitis A adalah sebuah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA) yakni sebuah virus RNA yang ditemukan pada kotoran atau tinja, dapat pula disebabkan oleh makanan bukan disebabkan karena kegiatan “hubungan” atau melalui darah. Penyakit hepatitis A merupakan penyakit hati yang paling ringan apabila dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya (B dan C) yang disebabkan oleh kegiatan “hubungan” dan atau melalui darah. Hepatitis A biasanya menyerang anak yang memiliki usia dibawah 5 tahun.

 

Gejala Hepatitis A

  • Timbul rasa tidak enak badan
  • Tubuh mudah merasa letih, lesu dan mudah capek
  • Penurunan nafsu makan
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh dan daya tahan tubuh yang tidak menentu
  • Perut sering terasa mual ingin muntah
  • Mengalami demam
  • Terjadi perubahan pada warna kulit dan mata menjadi kuning
  • Perubahan warna urine menjadi kuning tua atau kecokelatan

 

Bagaimana Anda tahu kalau Anda terkena hepatitis A?

  • Test darah (IgM anti-HAV) diperlukan untuk mendiagnosa hepatitis A. Berbicaralah kepada pekerja kesehatan bila Anda menyangka Anda telah terkena virus hepatitis A.
  • Dua produk dapat dipakai untuk mencegah infeksi hepatitis A: Imunoglobulin dan vaksin hepatitis A. Imunoglobulin memberikan perlindungan segera terhadap infeksi, tetapi hanya ampuh selama 3 bulan. Vaksin hepatitis A memerlukan waktu 2 minggu untuk mulai bekerja, tetapi perlindungan yang diberikan akan tetap ampuh sampai 20 tahun. Tanyakan kepada pekerja kesehatan Anda, apakah kedua produk ini cocok untuk Anda.

 

Faktor penyebab

  • Sanitasi yang buruk.
  • Kontak langsung dengan pengidap.
  • Berbagi jarum suntik.
  • Berhubungan seks dengan pengidap, terutama seks anal.
  • Pria yang berhubungan seks dengan sesama pria.
  • Bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran, misalnya selokan.

 

Obat-obatan Herbal Untuk Hepatitis A

  • obat 1
    Bahan yang dibutuhkan: 1 jari batangbrotowali, 3 gelas air dan 1 sendok makan madu.
Cara Membuat: Cucilah batang brotowali lalu potong-potong seperlunya. Rebuslah dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saringlah dan tambahkan sesendok madu. Minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.
  • Obat 2
    Bahan yang dibutuhkan: 2 buahtomat masak, dan gula pasir secukupnya.
Cara Membuat: Setelah dicuci, potong-potonglah buah tomat untuk dijadikan jus. Namun, bila tidak mempunyai alatnya, buah tersebut bisa direbus dengan air secukupnya. Setelah mendidih, lumat atau giling, kemudian diperas. Air perasan ditambahi sediki gula baru kemudian diminum dua kali sehari.
  • Obat 3 
         Bahan yang dibutuhkan: 3 buah mengkudu masak atau segenggam kulit mengkudu, 1 lembar daun pisang, sepotong kain, dan cuka secukupnya.

Cara Membuat: Buah mengkudu dicuci lalu dibilas dengan air matang. Parut dan peraslah dengan sepotong kain. Air perasan diminum.

  • obat 4
    Bahan yang dibutuhkan: 1 jari rimpang kunyit, dan 1 sendok makan madu.
Cara Membuat: Rimpang kunyit dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit air pada parutan. Parutan kemudian disaring dan tambahkan madu. Minumlah tiga kali sehari.
  • obat 5
    Bahan yang dibutuhkan: 2 jari rimpang segar temulawak, dan madu secukupnya.
Cara Membuat: Rimpang temulawak dikupas kulitnya, lalu dicuci bersih. Bilas dengan air matang kemudian diparut. Tambahkan setengah cangkirair hangat dan satu sendok makan madu. Aduk merata lalu peras dan saringlah. Air saringan diminum sehari dua kali sehari.
  • Obat
    Bahan yang dibutuhkan: 9-15 gram batang bugenfil yang telah dikeringkan, 3 gelas air, dan 1 sendok makanmadu.
Cara Membuat: Setelah dibersihkan, potonglah batang bugenfil tipis-tipis. Masukkan dalam panci email sembari ditambah tiga gelas air. Rebus sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saringlah. Minumlah air saringan setelah ditambah madu. Air saringan diminum dua kali sehari, pagi dan sore, masing-masing setengah gelas

 

Risiko Komplikasi Hepatitis A

  • Infeksi hepatitis A umumnya tidak menyebabkan penyakit hati jangka panjang (kronis) dan jarang yang berakibat fatal. Meski demikian, penyakit ini berpotensi menyebabkan gagal hati terutama pada mereka yang telah mengidap penyakit hati sebelum terinfeksi hepatitis A dan penderita manula. Selain itu, pada sebagian penderita infeksi ini bisa kambuh atau kembali lagi.

Cara-cara Mencegah Hepatitis A

  • Karena penyebaran utamanya adalah melalui konsumsi sesuatu yang terkontaminasi, langkah utama pencegahan Hepatitis A adalah dengan menjaga kebersihan. Langkah ini dapat dilakukan dengan mudah, misalnya selalu mencuci tangan, menghindari konsumsi makanan mentah atau kurang matang serta menghindari jajan di pedagang kaki lima. Selain itu, vaksinasi hepatitis A juga dapat mencegah penyakit ini. Terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi seperti orang yang mengidap penyakit hati kronis, pengidap hemofilia serta pengguna jarum suntik.

Hepatitis B  dapat menjadi akut atau kronis.  Seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B akan menghilangkan virus ini dengan sendirinya  dalam waktu 6 bulan dan  akan meningkatkan  daya tahan tubuhnya sendiri untuk melawan virus ini  pada orang dewasa. Setelah mereka sembuh, mereka tidak dapat  terinfeksi oleh virus hepatitis B lagi dan tidak dapat menularkannya ke orang lain. Hal ini disebut hepatitis B  akut.

Seseorang akan dikategorikan sebagai hepatitis B kronis apabila infeksi  terus terjadi dan melebihi 6 bulan.  Infeksi  kronis  terjadi pada 90% bayi-bayi yang terinfeksi virus hepatitis B  dan akan menyebabkan kerusakan pada hati, gagal hati ( pada saat hati sudah tidak berfungsi  ) dan kadang-kadang dapat menyebabkan kanker hati.

 

Faktor Penyebab Hepatitis B:

  • Darah yang Sudah Terinfeksi Hepatitis B

a. Berhubungan seks dengan pengguna obat-obatan terlarang yang memakai dan berbagi jarum suntik.

b. Berbagi sikat gigi, alat cukur, dan handuk yang sudah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi.
c. Bekerja dan berurusan dengan darah. Paramedis dan staf laboratorium memiliki risiko lebih tinggi terhadap ketidaksengajaan tertusuk jarum suntik bekas.
d. Menggunakan obat-obatan terlarang dan berbagi jarum suntik serta peralatan lainnya
e. Menjalani transfusi darah di klinik atau rumah sakit yang tidak memeriksa darah untuk hepatitis f.  Semua darah yang akan digunakan dalam transfusi harus dites untuk berbagai penyakit, termasuk hepatitis B.
g. Memiliki luka terbuka dan terjadi kontak dengan darah yang terinfeksi.
h. Menjalani pengobatan atau perawatan gigi di klinik atau rumah sakit dengan peralatan yang tidak steril.
i. Menindik atau menato tubuh di tempat yang peralatannya tidak steril.

  • Cairan Tubuh yang terinfeksi Hepatitis B

Cairan tubuh merupakan salah satu perantara utama dalam penularan hepatitis B apabila :

a. Pekerja seks komersial (wanita atau pria) juga berisiko tinggi tertular hepatitis B.

b. Memiliki pasangan seksual lebih dari satu orang

c. Melakukan hubungan seks tanpa kondom (termasuk seks oral dan seks anal), terutama jika pasangan Anda sudah terinfeksi.

  • Penularan Dari Ibu Kepada Bayi

Penularan hepatitis B dari ibu kepada bayinya masih dapat dicegah. Caranya adalah dengan memberi vaksin hepatitis B pada sang bayi saat dilahirkan (sebaiknya dalam waktu 12 jam). Pemberian ASI juga boleh dilakukan jika sang bayi sudah menerima vaksin pada saat lahir.

Jika ibu hamil terkena hepatitis B, bayinya dapat tertular selama masa kehamilan atau pada saat lahir. Para ibu hamil dianjurkan untuk menjalani tes darah sehingga hepatitis B dapat segera terdeteksi.

 

Yang termasuk dalam gejala hepatitis B antara lain:

  • Gejala yang menyerupai flu seperti lelah, nyeri pada tubuh, sakit kepala, dan demam tinggi (sekitar 38ºC atau lebih).
  • Lemas dan lelah.
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri perut
  • Penurunan berat badan.
  • Sakit Kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning).

 

Komplikasi Hepatitis B

  • Hepatitis B dan Komplikasi Kanker Hati

Gejala pada komplikasi ini di antaranya adalah mual, muntah, sakit perut,  penurunan berat badan, serta sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning). Hepatitis B kronis yang akan berkembang menjadi kanke hati  diperkirakan mencapai 10 persen.

  • Hepatitis B dan Komplikasi Hepatitis B Fulminan

Beberapa gejala yang mengindikasikan kondisi tersebut adalah penderita menjadi linglung atau bingung, perut yang membengkak, dan sakit kuning. Hepatitis B fulminan terjadi saat sistem kekebalan tubuh menjadi keliru dan mulai menyerang hati hingga menyebabkan kerusakan yang parah. Hepatitis B fulminan membutuhkan perawatan medis darurat. Jumlah penderita hepatitis B fulminan yang meninggal dunia diperkirakan mencapai 70 persen tetapi Hepatitis B fulminan memang jarang terjadi dan umumnya disebabkan oleh hepatitis B akut. Tetapi komplikasi ini juga dapat terjadi pada penderita hepatitis B kronis dewasa.

  • Hepatitis B dan Komplikasi Sirosis

Sirosis adalah pembentukan jaringan parut pada hati. Gejala sirosis biasanya tidak terdeteksi dan sering tidak disadari penderitanya sampai terjadi kerusakan yang parah pada hati. Sirosis yang parah dapat memicu gejala-gejala seperti turunnya berat badan, mual, gampang lelah, gatal-gatal pada kulit dan pembengkakan pada perut serta pergelangan kaki. Jaringan parut adalah jaringan yang terbentuk setelah sel-sel hati yang awalnya normal, mengalami luka atau radang yang berkelanjutan. Dalam hati yang terkena sirosis, sel-selnya telah mengalami perubahan sehingga tidak lagi dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Perubahan ini terjadi perlahan-lahan dalam waktu bertahun-tahun. Perkembangan komplikasi ini dapat dihambat dengan langkah pengobatan tertentu, misalnya dengan obat antivirus. Tetapi ada sebagian penderita yang terpaksa menjalani transplantasi hati.

 

Pengobatan hepatitis

  • Hepatitis B Akut Ringan : penderita dapat dirawat jalan prinsip pengobatan adalah mempertahankan masukan nutrisi dan cairan, menghindari aktivitas fisik berlebihan, serta pengobatan sesuai gejala. Pemberian antivirus terbatas untuk penderita hepatitis fulminan dan penderita dengan gangguan imun (pertahanan tubuh).
  • Pada gagal hati akut: pasien harus dirawat di rumah sakit tujuan perawatan adalah menunggu perbaikan infeksi secara spontan dan perbaikan fungsi hati, mendeteksi komplikasi dan segera mengatasinya, serta mempersiapkan transplantasi hati jika tidak terdapat perbaikan.
  • Untuk hepatitis B kronik: terdapat 2 golongan obat yang digunakan: kelompok imunomodulator (termasuk terapi vaksinasi) dan kelompok antivirus. Tujuan pengobatan hepatitis B kronik adalah mencegah atau menghentikan kerusakan hati untuk mencegah komplikasi lanjut (gagal hati, pengerasan hati, dan kanker hati). Vaksinasi hepatitis B terutama direkomendasikan untuk diberikan pada bayi baru lahir, petugas kesehatan yang terpapar darah, pengguna jarum suntik, orang dengan partner seksual multipel, orang dengan cuci darah rutin, orang yang mau berpergian ke daerah yang rawan hepatitis B, dan anak di bawah 18 tahun yang tidak pernah divaksinasi. Vaksin hepatitis B diberikan 3 kali pada bulan 0, 1, dan 6. Pada bayi baru lahir, vaksin hepatitis B diberikan 3 kali, yaitu dosis pertama setelah lahir, dosis kedua saat usia 1 -2 bulan, dan dosis ketiga pada usia 6 bulan. Vaksinasi hepatitis B 95% efektif dalam mencegah infeksi dan komplikasi kronis hepatitis B. Vaksinasi ulang tidak direkomendasikan diberikan secara rutin, kecuali untuk orang dengan gangguan sistem imun atau berisiko tinggi.

Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya.

15% dari kasus infeksi Hepatitis C adalah akut, artinya secara otomatis tubuh membersihkannya dan tidak ada konsekwensinya. Sayangnya 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam waktu tersebut, hati bisa rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir penyakit hati dan kanker hati.

 

Penyebab Hepatitis C di antaranya adalah:

  • Orang yang berbagi penggunaan barang-barang pribadi yang mungkin terkontaminasi darah, seperti gunting kuku atau alat cukur.
  • Pekerja medis di rumah sakit yang sering menangani darah atau cairan tubuh penderita.
  • Orang yang berhubungan seks tanpa alat pengaman.
  • Pasien yang menjalani prosedur medis di rumah sakit dengan peralatan yang tidak steril.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV.
  • Orang yang menjalani transfusi darah.
  • Orang yang menjalani proses tato atau tindik di tempat yang tidak memiliki peralatan steril.
  • Bayi dalam kandungan ibu hamil yang terinfeksi.

 

Gejala hepatits C :

  • Nafsu makan hilang
  • Sakit kepala
  • Letih
  • Nyeri otot/Nyeri Sendi 
  • Menurun nya berat badan
  • Terjadi pembengkakan di hati 
  • Warna putih pada mata menjadi kuning
  • Sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu.
  • Suasana hati yang berubah-ubah.
  • Depresi
  • Gatal-gatal pada kulit.
  • Perut bagian atas kanan (lokasi organ hati) terasa sakit.
  • Urin berwarna gelap.
  • Tinja berwarna abu-abu.

 

Diagnosis Hepatits C dengan cara :

  • Tes antibodi. Keberadaan hepatitis C mengindikasikan bahwa Anda pernah terpapar virus tersebut, tapi belum berarti Anda masih menderita penyakit ini.
  • Tes Polymerase Chain Reactionatau PCR. Tes ini digunakan untuk memeriksa keberadaan virus hepatitis C dengan mendeteksi apakah virus masih aktif berkembang biak dalam tubuh Anda atau tidak. Hasil yang positif berarti tubuh Anda belum sepenuhnya memberantas virus dan infeksi sudah memasuki tahap kronis atau jangka panjang.

 

Komplikasi Hepatitis C

  • Hepatitis  C juga berisiko menyebabkan beberapa komplikasi. Misalnya pembengkakan ginjal, hipotiroidisme, hipertirodisme, lichen planus, mulut dan mata yang kering (akibat rusaknya kelenjar keringat, air liur, dan air mata), resistensi terhadap insulin, serta gangguan empedu.

 

Pengobatan

  • Diagnosa dan pengobatan awal sangatlah mendesak dan penting. Persentase yang signifikan dari orang yang melakukannya dapat sembuh dari Hepatitis C dan menunjukan perbaikan hatinya.Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih lama. Meskipun interferon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggal termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila dikombinasi dengan anti virus ribavirin.

3 Senyawa digunakan dalam pengobatan Hepatitis C adalah:

a. Ribavirin Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfauntuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada inteferon alfasendiri.

bPegylated interferon alfa Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut "polyethylene glycol (PEG)" dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.

c. Interferon alfa Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.

 

Pencegahan

Penderita hepatitis C dapat mencegah penularan dengan cara:

  • Senantiasa membersihkan ceceran darah dengan obat pembersih rumah tangga.
  • Membersihkan dan menutupi luka dengan plester tahan air.
  • Jangan menjadi pendonor darah.
  • Jangan berbagi jarum suntik serta barang-barang pribadi.

 Pengobatan Hepatitis Dengan Herbal

Cegah dan obati penyakit hepatitis dengan kombinasi herbal hepatitis yang setiap kapsul mengandung bahan herbal berkhasiat sebagai berikut:

Andrographis peniculata (sambiloto) : Sambiloto mengandung senyawa aktif yakni Andrographolide, menurunkan ekspresi enzim CDK4 (cyclin dependent kinase 4) yang bermanfaat untuk mengatasi hepatitis, infeksi saluran empedu,disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia), penyakit ginjal, dll.


Temulawak : Bagian dari temulawak yang dimamfaatkan adalah rimpang, mengandung zat tepung, minyak atsiri, kamfer, foluymetik karbinol, glukosida dan kurkumin. Temulawak dipercaya dapat mengobati penyakit tipes, meningkatkan fungsi ginjal, meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, anti radang, anti mikroba, anti racun hati (hepotoksik) dan kaya anti oksidan.


Rumput mutiara mengandung senyawa antara lain ursolic acid, stigmasterol, hentriacontane, beta-sitosferol, dan flavonoid glycosides. Hati-hati dalam mengonsumsi rumput mutiara, sehari maksimal 15-50 gram rumput mutiara yang direbus dan diminum airnya satu gelas saja. Apabila berlebihan, dapat mengakibatkan penurunan sel darah putih dan rasa kering pada mulut dan tenggorokan.

 

Pemesanan 

  • Melalui Website kami di www.istana-herbal.comSilahkan Anda "Mengklik gambar Produk  dan apabila sudah masuk di halaman  Produk Klik Tombol Beli Sekarang"
  • (SMS/ WhatsApp) 081393930088 dengan format sebagai berikut :

Nama / Alamat Lengkap / No.HP / Nama Produk/ Jumlah

Contoh : Rias Indah / Jl. Ahmad Yani No, 34 Kel. Mendungan, Kec. Kartasura, Sukoharjo 74765 / 082338745875 / Sari Kurma Angkak Mazied / 6 botol.

  •  Email (istana.herbal.it@gmail.com)

Contoh : Dwi Iswanto / Jl. Patimura No, 34 Kel. Pabelan, Kec. Kartasura, Surakarta 74765 / 082338745875 / Nama Produk / Jumlah Produk

  • Blakberry Messengger 

Hubungi Customer Service kami di BBM, dengan add pin sebagai berikut (76BDBB76 )

Contoh : Muhammad Ikhsan / Jl. Kejaksaan No, 25 Kel. Dadapan, Kec. Makam Haji, Surakarta 74765 / 082338745875 / Nama Produk / Jumlah Produk

  • Hubungi Customer Service kami di Yahoo Messengger 

customer_istanaherbal@yahoo.com

     

    Atau Bisa datang langsung ke toko kami di : 

    • Istana Herbal Solo

    Jl. Ahmad Yani Ruko Pabelan No. 1 Pojok Bangjo Ums

    Telp : 081393930088

    • Istana Herbal Yogyakarta

    Jl. Kaliurang Km 4.5 Timur MM UGM

    Telp : 087838231155

    • Istana Herbal Malang

    Lampu merah Dinoyo Jl. MT Haryono No.87  Malang,

    Telp: 087753373281

    • Istana Herbal Jakarta

    Jl Raya Pasar Minggu KM 18 No 2, Samping Adhi Karya, Depan Halte Samali, Setelah Nifarro apartemen.

    Telp : 081908427320

     

    Anda Dapat Melakukan Pembayaran di Salah Satu Rekening Kami diBawah ini : 


    - Bank Central Asia KCU Solo
    - Nama : Krida Prasetia
    - No Rekening : 0152693506



    - Bank Mandiri Cabang Kartasura
    - Nama : Krida Prasetia
    - No Rekening : 138-00-073-5269-8



    - Bank Negara Indonesia Cabang
    - Nama : Krida Prasetia
    - No Rekening : 0198117897



    - Bank Rakyat Indonesia Cabang
    - Nama : Krida Prasetia
    - No Rekening : 66-4701-00000-6507



    Tinggal tunggu barang di depan pintumu, Happy Shopping !

     

    Pelayana Kami
    Kami akan selalu siap melayani Anda
    Email : istana.herbal.it@gmailcom
    Order respon cepat whatsApp : 081393930088
    Telp : (0271) 7451424

     

    online istana