Tekanan Darah Tinggi

Obat Herbal Hipertensi Solo

Penyakit Darah Tinggi 

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang muncul secara diam-diam. Sulit untuk mengetahui seseorang terkena hipertensi, tanpa mengukur tekanan darah.
Memang nyatanya garam atau sodium memiliki peran penting, tapi untuk menjaga tekanan darah pada kisaran normal, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan juga selain hanya mengurangi asupan garam.

Kategori Hipertensi
Bagaimana cara mengetahui apakah seseorang terkena hipertensi? Perhatikan hasil pengukuran tekanan darah. Angka pertama dari hasil pengukuran adalah tekanan darah sistolik, yang berarti ukuran tekanan dalam arteri ketika jantung Anda berdenyut. Kemudian angka yang berikutnya adalah tekanan diastolik yang mengindikasikan tekanan di antara detak jantung ketika jantung Anda beristirahat. Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80. Ketika hasil pengukuran tekanan darah melebihi kisaran normal, maka dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Prahipertensi. Tekanan darah yang berkisar antara 120-139 untuk angka sistolik atau 80-89 untuk tekanan diastolik.
  • Hipertensi tahap 1. Jika tekanan sistolik Anda 140-159 atau tekanan diastolik 90-99.
  • Hipertensi tahap 2. Pada saat tekanan sistolik 160 atau lebih tinggi atau tekanan diastolik 100 atau lebih tinggi.


Gejala hipertensi

Hipertensi seringkali disebut dengan silent killer, karena pada umumnya tidak menunjukkan gejala yang berarti. Kebanyakan orang tidak merasakan gejala apa apa, padahal sebenarnya tekanan darahnya terus meningkat. Pada tahap yang lebih tinggi hipertensi (sistolik lebih tinggi dari 180, ATAU diastolik lebih tinggi dari 110), umumnya orang mungkin akan merasakan gejala seperti kepala yang seringkali pusing, mudah lelah, hilang keseimbangan dan kesulitan melangkah. Ini semua adalah tanda-tanda peringatan stroke. Karena gejala kemungkinan besar akan dirasakan jika tekanan sudah sangat tinggi, rutin melakukan cek tensi adalah cara terbaik untuk mendeteksi kemungkinan hipertensi lebih dini.

Tekanan darah tinggi ada dua jenis :

  • Hipertensi esensial atau Hipertensi Primer – Bila peningkatan tekanan darah atau hipertensi bukan didasari oleh suatu penyakit.
  • Hipertensi sekunder – Bila hipertensi yang terjadi karena didasari oleh beberapa penyakit lain, seperti penyakit ginja, atau kondisi jantung yang dikenal dengan hipertensi sekunder.


Berikut adalah faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi:

  • Faktor keturunan

Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang tua Anda mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan Anda pun beresiko tinggi mengalaminya.

  • Usia

Seiring bertambahnya usia, kita semua semakin beresiko menderita tekanan darah tinggi. Mengapa? Karena semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat.

  • Gender

Hingga usia 45, pria lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih beresiko.

  • Kurang gerak (Sedentary lifestyle)

Biasanya, orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan resiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya resiko darah tinggi.

  • Pola makan

Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta umum yang diketahui hampir semua orang: kurangi makanan bergaram karena itu dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.

  • Berat badan berlebih

BMI (Indeks Massa Tubuh) bisa menjadi salah satu ukuran resiko. Jika BMI Anda 25 hingga 30, atau bahkan lebih, Anda terhitung kelebihan berat badan, dan lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi.
Kebiasaan minum minuman beralkohol
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.

  • Stres

Stres dapat meningkatkan tekanah darah sewaktu. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita.
Kondisi penyakit yang lain
Menurut para ahli, gangguan kondisi kesehatan seperti Apnea tidur (Sleep Apnea) dapat menimbulkan tekanan darah tinggi. Orang yang mengalami gangguan ini sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya.

Pencegahan:

  • Menjaga berat badan normal (misalnya, indeks massa tubuh 20–25 kg/m2).
  • Mengurangi asupan diet yang mengandung natrium sampai <100 mmol="hari<!--100--">
  • Melakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur, misalnya jalan cepat (≥30 menit per hari, pada hampir setiap hari dalam seminggu).
  • Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 3 unit/hari pada laki-laki dan tidak lebih dari 2 unit/hari pada perempuan.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran (misalnya, sedikitnya lima porsi per hari).
  • Perubahan gaya hidup yang efektif dapat menurunkan tekanan darah setara dengan masing-masing obat antihipertensi. Kombinasi dari dua atau lebih perubahan gaya hidup dapat memberikan hasil lebih baik.

 

 

Mengatasi Darah Tinggi Dengan Herbal Kombinasi Darah Tinggi

Bagi anda yang sedang mencari obat penyakit darah tinggi, anda tidak usah bingung karena kini telah hadir obat penyakit darah tinggi paling ampuh yaitu obat herbal kombinasi  darah tinggi kapsul sambiloto dan Naturatensi  yang mengandung :

  • Zat Andrographolidyang rasanya pahit pada sambiloto adalah bahan aktif tanaman sambiloto yang mempunyai aktivitas immunostimulant yang ditunjukkan oleh perkembangan lymphocytes dan produksi interleukin-2.
  • Andrographolidjuga mempertinggi produksi tumor necrosis factor-alpha (TNF-a) sehingga meningkatkan aktivitas sitotoksis lymphocytes terhadap sel kanker yang secara tidak langsung berefek antikanker
  • Senyawa lactonedalam sambiloto dapat berfungsi sebagai anti radang dan antipirektik.

 

 

Untuk pemesanan silahkan hubungi :

  • Telp                 : 081393930088

 

Atau datang langsung ke alamat kami :

 

Kantor Solo : Jl Ahmad Yani, Ruko Pabelan No 1, (Pojok bangjo UMS) Pabelan Kartasura , Jawa Tengah.

Telp : 0271-718951/ 087836015767

 

Kantor Yogyakarta : Jl. Kaliurang Km 4,5, Timur Kampus MM UGM

Telp: 087838231155

 

Kantor Jakarta : Jl Raya Pasar Minggu KM 18 No 2, Samping Adhi Karya, Depan Halte Samali, Setelah Nifarro apartemen.

Telp : 081908427320

 

Kantor Malang : Lampu merah Dinoyo Jl. MT Haryono No.87  Malang,

Telp: 087753373281

 




baca Selengkapnya