Penyakit Sinusitis

Sinusitis adalah suatu peradangan pada rongga sinus yang terjadi karena alergi atau infeksi virus, bakteri maupun jamur. Sinusitis bisa bersifat akut (berlangsung selama 3 minggu atau kurang) maupun kronis (berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun).
Sinusitis Akut
Sinusitis akut menyebabkan rongga nafas menjadi bengkak dan meradang. Ini membuat pengeringan dan menyebabkan terbentuknya lendir. Kondisi ini juga biasa disebut acute rhinosinusitis.
Penderita sinusitis akut, akan sulit untuk bernapas menggunakan hidung. Area disekitar mata dan wajah mungkin akan membengkak, dan anda dapat merasakan sakit berupa denyutan pada wajah atau sakit kepala.
Sinusitis akut paling sering disebabkan oleh flu. Pemicu lain antara lain bakteri, alergi dan infeksi jamur. Pengobatan sinusitis akut ini didasarkan pada penyebabnya. Pada banyak kasus, pengobatan di rumah adalah yang dibutuhkan. Bagaimanapun, sinusitis yang bertahan lama dapat menyebabkan infeksi serius dan komplikasi lainnya. Sinusitis yang berakhir lebih dari delapan minggu, atau datang lagi setelah sembuh, diketahui sebagai sinusitis kronis.

 

 Gejala pada sinusitis adalah:

  • Sakit kepala
  • Demamdengan suhu 38°Celcius atau lebih
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Nyeri pada bagian wajah dan terasa sakit ketika ditekan
  • Kehilangan indera penciuman
  • Batuk-batuk

 

Letak Sinus Pada Bagian Tubuh Manusia

  • Sinus membuka lubang pada hidung dan membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru-paru.Terdapat empat pasang sinus di kerangka kepala manusia yaitu di belakang dahi, di kedua sisi dari batang hidung, di belakang mata, serta di belakang tulang pipi.
  • Lendir atau mukosa yang dihasilkan oleh sinus mengalir ke hidung melalui saluran-saluran kecil. Saluran ini bisa terhalang jika sinus terinfeksi atau mengalami peradangan.

 

Penyebab

Ketika anda terkena sinusitis, membran selaput lendir pada hidung dan tenggorokan (sistem pernapasan atas) menjadi membengkak. Pembengkakan ini menghalangi pembukaan jalan napas dan mencegah selaput lendir bekerja secara normal, menyebabkan sakit pada wajah dan gejala sinusitis lainnya.
Terhalangnya jalan napas menyebabkan lingkungan basah pada jalan napas yang membuatnya lebih mudah terinfeksi. Jalan napas yang terinfeksi dan tidak dapat basah secara normal akan menjadi bernanah, menyebabkan gejala dengan lendir yang tebal, kuning atau kehijauan dan gejala infeksi lainnya.

 

Sinusitis akut dapat disebabkan oleh:

  • Infeksi virus. Banyak kasus dari sinusitis akut disebabkan oleh pilek.
  • Infeksi bakteri. Ketika saluran pernapasan atas terinfeksi berlangsung lama dari 7 sampai 10 hari, hal tersebut lebih disebabkan infeksi bakteri daripada infeksi virus.
  • Infeksi jamur. Anda mengalami peningkatan risiko infeksi jamur jika anda memiliki ketidaknormalan saluran napas atau memiliki sistem imun yang lemah.
  • Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan yang menyebabkan sinusitis, atau dapat meningkatkan risiko sinusitis yang tidak disebabkan oleh infeksi. Kondisi itu adalah:
  • Alergi seperti halnya demam. Peradangan yang terjadi dengan alergi dapat menyumbat saluran pernapasan.
  • Polip atau tumor. Pertumbuhan jaringan ini dapat menyumbat jalan napas atau sinus.
  • Penyimpangan pada sekat di saluran pernapasan. Sekat bengkok – dinding di antara hidung – dapat membatasi atau menyumbat jalan napas.
  • Infeksi gigi. Sebagian kecil kasus sinusitis akut dikarenakan infeksi gigi.
  • Membesarnya atau terinfeksinya Adenoid pada anak-anak. Adenoid terdapat di sebelah atas bagian belakang tenggorokan.
  • Kondisi medis lain. Komplikasi dari cystic fibrosis, gastroesophageal reflux disease (GERD) atau kekacauan sistem imun dapat menyebabkan penyumbatan sinus atau meningkatkan risiko infeksi.
  • Faktor risiko
  • Anda memiliki peningkatan risiko mengalami sinusitis jika anda memiliki:
  • Demam atau kondisi alergi lain yang dapat berefek pada sinus anda
  • Ketidaknormalan jalan napas, seperti penyimpangan sekat di saluran pernapasan, polip atau tumor
  • Kondisi medis seperti cystic fibrosis, gaestroesophageal reflux disease (GERD), atau kekacauan sistem imun seperti immunoglobulin atau kekurangan vitamin antibodi
  • Terkena polutan secara rutin seperti asap rokok


Sinusitis Kronis


Pada sinusitis kronis, rongga di sekitar jalan napas (sinus) mengalami peradangan dan pembengkakan. Ini turut disertai terbentuknya lendir. Kondisi ini umumnya juga disebut rhinosinusitis kronis.
Sinusitis kronis mungkin disebabkan oleh infeksi tapi juga dapat disebabkan oleh pertumbuhan sinus yang tidak normal (polip) atau menyimpangnya sekat pada saluran pernapasan (nasal). Sinusitis kronis adalah sinusitis yang menyerang lebih dari 8 minggu atau akan dapat kembali lagi setelah hilang.

 

Pemeriksaan Sinusitis

Sebagian besar sinusitis sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan pada riwayat keluhan pasien serta pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter.

  • Pemeriksaan Fisik : Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi. Rhinoskopi adalah sebuah cara untuk melihat langsung ke rongga hidung, diperlukan guna melihat lokasi sumbatan ostia. Terkadang diperlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk dilakukan pemeriksaan kuman. Pemeriksaan kuman berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi.
  • Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI : Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI akan diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal.

 

Pengobatan: 

  1. Sinusitis karena virus

Untuk sinusitis yang disebabkan oleh karena virus tidak diperlukan pemberian antibiotika. Obat yang biasa diberikan untuk sinusitis virus adalah penghilang rasa nyeri sepertiparasetamol dan dekongestan.

  1. Sinusitis karena bakteri

Curiga telah terjadi sinusitis infeksi oleh bakteri apabila terdapat gejala nyeri pada wajah, ingus yang bernanah, dan gejala yang timbul lebih dari seminggu. Sinusitis infeksi bakteri umumnya diobati dengan menggunakan antibiotika. Pemilihan antibiotika berdasarkan jenis bakteri yang paling sering menyerang sinus karena untuk mendapatkan antibiotika yang benar benar pas harus menunggu hasil dari biakan kuman yang memakan waktu lama.

Lima jenis bakteri yang paling sering menginfeksi sinus adalah ''Streptococcus pneumoniae''''Haemophilus influenzae''''Moraxella catarrhalis''''Staphylococcus aureus'', dan''Streptococcus pyogenes''.

Antibiotika yang dipilih harus dapat membunuh kelima jenis kuman ini. Beberapa pilihan antiobiotika seperti amoxicillincefaclorazithromycin, dan cotrimoxazole. Jika tidak terdapat perbaikan dalam lima hari maka perlu dipertimbangkan untuk memberikan amoxicillin plus asam klavulanat. Pemberian antibiotika dianjurkan minimal 10 sampai 14 hari.

Pemberian dekongestan dan mukolitik dapat membantu untuk melancarkan drainase cairan mukus. Pada kasus kasus yang kronis, dapat dipertimbangkan melakukan drainase cairan mukus dengan cara pembedahan.

 

online istana